EKONOMI LINGKUNGAN
Diposting oleh My Profile , Minggu, 16 Januari 2011 17.23
Pembangunan dalam kacamata ekonomi berarti peningkatan kesejahtraan material manusia melalui peningkatan konsumsi barang dan jasa (peningkatan produksi) dengan memanfaatkan segala sumberdaya seperti tenaga kerja, keahlian, tanah, modal, dan kewirausahaan. Sedangkan, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Oleh karena itu, kemampuan sumberdaya-sumberdaya alam dan lingkungan dalam meneropong proses masa depan perlu dilestarikan.
Karena ekonomi merupakan system terbuka, maka ketiga proses ekonomi (ekstraksi, fabrikasi, dan konsumsi) masing-masing menghasilkan residu (limbah) yang akhirnya kembali ke lingkungan. Limbah yang terlalu banyak di tempat dan pada waktu yang salah (terlalu lama) akan menyebabkan perubahan biologis dan perubahan lainnya (kontaminasi), yang selanjutnya dapat mengganggu atau merusak tanaman/hewan dan ekosistemnya (pencemaran). Jika kerusakan tersebut berpengaruh negative terhadap kesejahteraan manusia, maka hal ini memenuhi batasan ekonomi pencemaran. Batasan ekonomi dari pencemaran mensyaratkan dua hal, yaitu terjadinya pengaruh fisik terhadap lingkungan dan reaksi manusia terhadap pengaruh fisik yang bersangkutan. Berarti telah terjadi kerugian (berkurang kesejahteraan) yang tidak dikompensasi, karena adanya biaya eksternal yang berkaitan dengan disposal limbah ke media lingkungan, yang melahirkan biaya social yang harus ditanggung masyarakat. biaya yang muncul karena adanya pencemaran lingkungan yang sebagai akibatnya adalah kerusakan lingkungan hidup menciptakan external cost (biaya yang harus dipikul orang lain) dalam kegiatan ekonomi. External cost ini harus dipertimbangkan dalam kegiatan ekonomi agar biaya ini tidak harus dipikul oleh orang lain, tetapi menjadi tanggung jawab yang harus dipikul oleh pelaku kegiatan tersebut. Biaya ini dikenal dengan biaya eksternalitas.
Cara memperkirakan biaya pencemaran:
- Melihat tingkat harga pasar untuk kerugian karena polusi secara langsung.
- Menggunakan harga barang lain seperti berapa nilai udara bersih dan nilai air bersih dengan cara melihat kesediaan membayar bagi pengurangan pencemaran tersebut. Jika kita telah mengetahui berapa nilai hilangnya pencemaran untuk setiap orang, maka kita dapat menjumlahkannya untuk memperoleh perkiraan biaya marginal dari pencemaran tersebut.
- Pemberian subsidi terhadap penekanan jumlah pencemaran, seperti dengan mensubsidi pembelian alat-alat penanggulangan pencemaran atau subsidi untuk mengganti kerugian bila diadakan penekanan volume pencemaran di bawah standar yang diijinkan.
Perubahan dalam system Penetapan Harga sesuai dengan konsep Pembangunan berkelanjutan
Perubahan ini mensyaratkan perhitungan biaya eksternalitas dan memasukkan nilai kelangkaan alami sebagai tambahan biaya factor produksi. Biaya eksternalitas harus diterima sebagai bagian dari harga barang yang harus dibayar. Sedangkan nilai kelangkaan alami merupakan nilai yang harus direinvestasikan untuk pemeliharaan keberlanjutan sumberdaya alam, atau untuk menghasilkan suatu kapasitas produktif baru yang equivalen dengan jenis nilai yang hilang dari suatu sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable) yang terpakai.

Posting Komentar