Potensi Tanaman Perdu "Singkong"

Diposting oleh My Profile , Minggu, 28 November 2010 17.27

Singkong merupakan pangan lokal yang telah lama diminati oleh masyarakat. Pada zaman perang, saat masuknya Jepang ke Indonesia, beras sangat langka dan sulit didapat, tetapi masyarakat tidak kurang akal. Kita semua memanfaatkan singkong sebagai pengganti nasi. Ini berarti masyarakat telah mengenal makanan yang mengenyangkan (sumber karbohidrat), memilih singkong sebagai makanan pokok karena mudah didapat di pasar. Ditinjau dari segi gizi, selain merupakan sumber kalori, singkong juga mengandung protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, serta vitamin B dan vitamin C.

Sekarang ini para ahli telah banyak memanfaatkan singkong menjadi industri seperti dibuat beras aruk yang berbentuk butiran menyerupai beras. Ini dapat diolah menjadi nasi aruk atau dapat dicampur dengan beras dan rasanya tetap nikmat. Selain itu, juga diolah menjadi berbagai olahan tepung, seperti tepung cassava, tepung gaplek, tepung mocaf. Hasil olahan tepung dari singkong tersebut merupakan komoditas yang sangat penting yang dapat dimanfaatkan bagi keperluan berbagai industri yang memiliki nilai tambah.

Salah satu contoh produk olahan singkong yang sekarang menjadi obrolan nasional adalah tepung mocaf. Tepung Mocaf dikenal sebagai tepung singkong alternatif pengganti terigu. Kata MOCAF sendiri merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang berarti tepung singkong yang dimodifikasi. Tepung MOCAF memiliki karakter yang berbeda dengan tepung ubi kayu biasa dan tapioka, terutama dalam hal derajat viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut yang lebih baik. Tepung mocaf dewasa ini belum begitu dikenal oleh masyarakat umum, tetapi dilihat dari kemampuaan dan kelebihan yang dimilikinya tepung ini sangat bagus jika dikembangkan.

Pengembangan tepung mocaf ini bias menjadi salah satu alternative untuk mengurangi bahkan menghilangkan ketergantungan terhadap tepung terigu yang menyebabkan tingginya devisa Negara karena keberadaanya yang masih impor.