Kebayaku Indonesiaku
Diposting oleh My Profile , Minggu, 07 Agustus 2011 06.27
Kebaya adalah blus tradisional yang dikenakan oleh wanita Indonesia dan Malaysia yang terbuat dari bahan tipis yang dikenakan dengan sarung, batik, atau pakaian rajutan tradisional lainnya seperti songket dengan motif warna-warni.
Asal kata kebaya berasal dari kata arab abaya yang berarti pakaian. Dipercaya kebaya berasal dari Tiongkok[rujukan?] ratusan tahun yang lalu. Lalu menyebar ke Malaka, Jawa, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Setelah akulturasi yang berlangsung ratusan tahun, pakaian itu diterima di budaya dan norma setempat.
Sebelum 1600, di Pulau Jawa, kebaya adalah pakaian yang hanya dikenakan keluarga kerajaan di sana. Selama masa kendali Belanda di pulau itu, wanita-wanita Eropa mulai mengenakan kebaya sebagai pakaian resmi. Selama masa ini, kebaya diubah dari hanya menggunakan barang tenunan mori menggunakan sutera dengan sulaman warna-warni.
Pakaian yang mirip yang disebut "nyonya kebaya" diciptakan pertama kali oleh orang-orang Peranakan dari Melaka. Mereka mengenakannya dengan sarung dan sepatu cantik bermanik-manik yang disebut "kasut manek". Kini, nyonya kebaya sedang mengalami pembaharuan, dan juga terkenal di antara wanita non-Asia.
Ada dua teori tentang asal pakaian KEBAYA di Indonesia. Teori pertama mengatakan kebaya dibawa oleh para pedagang Arab, yang pada saat itu datang ke Indonesia pada masa kolonial Portugis. Dari penulusuran linguistik, asal kata ‘kebaya’ sendiri berasal dari bahasa Arab ‘abaya’ artinya tunik panjang khas Arab.
Teori kedua mengatakan kebaya awalnya merupakan kain tunik perempuan pada masa kekaisaran di Tiongkok dan diperkenalkan di Indonesia ketika ada imigrasi besar-besaran ke Asia Selatan dan Tenggara. Jadi sebenarnya KEBAYA telah lama dipakai di Malaka dan bukan oleh wanita Melayu saja, tapi juga oleh wanita cina peranakan dengan sedikit perbedaan dalam potongan dan gaya memakainya. Untuk wanita Cina kebaya lebih dikenal dengan istilah busana encim.
